BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS »

Sabtu, 22 Oktober 2011

Jupiter-Bumi-Matahari (Oktober 2011)


27-31 Oktober 2011
Bumi Melintas di antara Jupiter dan Matahari

Jupiter - Bumi - Matahari

Jelang Perigee 26 Oktober + Newmoon 27 Oktober 2011.Perigee Terdekat kedua tahun ini !

Jarak Bumi-Bulan Terdekat (Perigee)

26 Oktober 2011: 357.050 km (Perigee terdekat Ke-2 tahun 2011)
20 Maret 2011 : 356.577 km (Perigee terdekat Ke-1)

sumber : http://rafjitsu.blogspot.com/2011/10/planet-watch-jupiter-bumi-matahari.html

Rabu, 05 Oktober 2011



Headline


London – Teleskop paling rumit di dunia berhasil mengambil gambar luar angkasa terdalam. Hal ini dilakukan guna mencari pengetahuan lebih banyak mengenai semesta luar.

The ALMA radio telescope has taken its first photograph of the Antennae Galaxies from the observatory in Chile (pictured)

Gambar menakjubkan ini diambil menggunakan teleskop radio US$1,3 miliar (Rp11,8 triliun) yang berada di Chilean Andes. Atacama Large Milimeter Array (ALMA) berhasil mengambil gambar Galaksi Antennae dari Amerika Selatan.

Teleskop ini kini secara resmi dibuka dan siap menjelajah semesta setelah bertahun-tahun direncanakan.

Proyek manajer National Radio Astronomy Observatory ALMA Mark McKinno mengatakan, “Memiliki tingkap kecanggihan teknis ini seperti mimpi puluhan tahun. Ini sangat menakjubkan”.


Desert location: ALMA sits in the Chajnantor plateau, in Chile's Atacama desert, some 1500 km north of Santiago

Galaksi Antennae atau NGC 4038 dan 4039 menunjukkan pasangan interaksi galaksi di rasi bintang Corvus. Galaksi ini berada 70 juta tahun cahaya dari Bumi seperti ditulis Dailymail.

ALMA's antennas: Each of its 66 antennas will be used to detect extremely cold objects, such as gas clouds formed by stars and planets

Worldwide project: ALMA is an international partnership project of Europe, North America and East Asia, with the cooperation of Chile


Sumber : http://www.klikunic.com/2011/10/tertangkap-kamera-luar-angkasa-terdalam.html#ixzz1ZtbrY1Fq

Selasa, 04 Oktober 2011

Tertangkap Kamera, Galaksi Teraneh di Semesta

Headline


Paris – Astronom berhasil menemukan sebuah galaksi jauh paling aneh yang terletak di antara tempat teraneh di semesta. Seperti apa?

Galaksi Holmberg II menjadi salah satu bintang atraksinya. Hubble Space Telescope (HST) berhasil memotret galaksi ini sedang ‘meniup gelembung’ yang sebenarnya adalah ‘kerang’ gas yang tercipta akibat siklus kehidupan beberapa generasi bintang.

It's a gas, gas, gas: Hubble captures galaxy where supernovas 'light up' glowing shells of gas

Bintang bermassa tinggi ini membentuk wilayah padat gas yang kemudian mengeluarkan angin rasi bintang kuat yang menghembuskan materi di sekitarnya. Di akhir hidupnya, seperi ditulis Dailymail, bintang ini meledak sebagai supernova.

It's a gas, gas, gas: Hubble captures galaxy where supernovas 'light up' glowing shells of gas

Gelombang kejut merobek wilayah kurang padat di sekitar bintang kemudian memanaskan gas dan membentuk ‘kerang’ menakjubkan ini. Hasil gambar menakjubkan ini merupakan perpaduan gambar tampak dan gambar paparan inframerah HST.



Sumber : http://www.klikunic.com/2011/10/tertangkap-kamera-galaksi-teraneh-di.html#ixzz1Zs0UdnJN

Wow....Ada Badai Petir di Bawah Bima Sakti

Headline


London – Menggelegar di bawah kosmik Bima Sakti, gambar badai petir ini mampu memesona setiap orang yang melihatnya. Seperti apa?

Fotografer Randy Halverson (43) ‘menguntit tersangka’ di ladang jagung di Kennebec, South Dakota, Amerika Serikat (AS), demi mendapat gambar terbaik malam berbintang dan berbadai menakjubkan ini.

Twinkle twinkle little lightning storm: The incredible photographs have captured the Milky Way gazing down on a spectacular weather system

Tampak bintang di Bima Sakti bersinar seperti permata di langit sembari badai petir berkecepatan 100km/jam membakar horizon. “Badai ini sangat mengejutkan. Badainya sangat cepat dan kuat. Bahkan saya khawatir perlengkapan saya terbawa angin dan basah,” ujarnya seperti dilaporkan Dailymail.

Heavens above: Randy was hit by 60mph winds as he took the stunning pictures of stars and storm

Randy menggunakan teknik khusus yang disebut timelapse guna menangkap gambar menakjubkan ini. Randy menahan rana kameranya agar terus terbuka selama 30 detik untuk menangkap cahaya bintang dan petir.


Snap happy: Randy held the shutter of his camera open for up to 30 seconds to capture the light from the Milky Way

Awe-inspiring: In this photograph the storm has moved off into the distance, allowing the stars in the Milky Way to shine through even more brightly

Spectacular field of vision: The powerful storm approaches, turning the sky purple




Sumber : http://www.klikunic.com/2011/10/wowada-badai-petir-di-bawah-bima-sakti.html#ixzz1Zs0GfOmm

Rabu, 21 September 2011


Santa Cruz – Astronom Amerika Serikat (AS) berhasil menemukan lubang hitam raksasa. Menariknya, lubang hitam raksasa ini berada pada tahap awal evolusi galaksi. Seperti apa?

Semua galaksi masif memiliki lubang hitam raksasa. Namun, menurut peneliti di University of California, Santa Cruz, (UCSC) lubang hitam aktif jarang ditemui dalam galaksi ‘kerdil’ kecil.

“Hal ini seperti tebakan telur, yang mana yang muncul duluan, lubang hitam raksasa atau galaksi masif?,” ujar peneliti Jonathan Trump.

Hasil studi menunjukkan, bahkan galaksi massa rendah memiliki lubang hitam raksasa. Trump dan rekannya menggunakan Hubble Space Telescope guna mempelajari galaksi yang jaraknya 10 miliar tahun cahaya dari Bumi ini.

Artinya, galaksi ini muncul saat semesta berusia kurang dari seperempat usianya saat ini.

“Kembali pada 10 miliar tahun silam, semesta masih remaja. Jadi, galaksi ini masih sangat kecil dan muda,” paparnya. Temuan ini melawan keyakinan pada formasi lubang hitam.

“Hingga kini, penelitian galaksi jauh secara konsisten mendukung temuan lokal. Kini kita punya teka-teki besar, apa yang terjadi pada galaksi kerdil ini?,” kata profesor astronomi an astrofisika UCSC Sandra Faber. Satu petunjuk bisa jadi fakta galaksi kerdil jauh secara aktif membentuk bintang baru.

“Tingkat pembentukan bintang mereka 10 kali Bima Sakti. Kemungkinan ada hubungan antara hal tersebut dengan inti galaksi aktif. Saat gas tersedia untuk membentuk bintang baru, gas ini juga tersedia untuk memberi makan lubang hitam,” katanya.

http://teknologi.inilah.com/read/detail/1776255/wah-ilmuwan-temukan-lubang-hitam-raksasa-aktif

Headline
dailymail.co.uk

Jakarta – Satelit NASA yang telah pensiun akan kembali memasuki Bumi dalam hitungan hari. Puing dari satelit ini akan tersebar di Bumi dan berpotensi menjatuhi pemukiman.

Beruntungnya, kemungkinan pemukiman kejatuhan puing dari satelit ini sangat kecil. “Kemungkinan puing menjatuhi wilayah pemukiman kecil sekali,” ujar Peneliti Senior Astronomi dan Astrofisika Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional Prof. Dr. Thomas Djamaluddin saat diwawancara INILAH.COM via telepon (20/9).

Selain itu, menurutnya, sebagian puing dari sateli NASA ini akan jatuh ke lautan, gunung dan gurun. “Satelit semacam ini biasanya jatuh melewati ekuator. Mengingat posisi Indonesia di ekuator maka kemungkinan kejatuhan puing akan sangat kecil,” tandasnya.

Saat ini, posisi satelit berada di 190 km di atas permukaan bumi dan kecepatan untuk sampai pada titik kejatuhan di 120 km terjadi dalam hitungan hari dan kecepatan kejatuhan puing satelit ini dipengaruhi sinar matahari, lanjutnya.

Seperti dilaporkan Upper Atmosphere Research Satellite (UARS) NASA, satelit seberat enam ton ini akan jatuh di 57 derajat lintang utara dan 57 derajat lintang selatan. Setengah puing satelit ini akan terbakar namun sisanya menghantam permukaan Bumi.

Selain itu, menurut NASA, kesempatan puing menimpa orang sangatlah kecil, yakni 1:3200.

http://teknologi.inilah.com/read/detail/1773346/dalam-beberapa-pekan-satelit-6-ton-hantam-bumi



Minggu, 18 September 2011

PLEIADES


Pleiades adalah gugusaan bintang (star clutser) yang letaknya berada di rasi Taurus. Pleiades dikenal dengan sebutan SEVEN SISTERS (tujuh saudara/bintang tujuh). Sekarang, dengan mata telanjang, kita dapat menyaksikan bintang bintang Pleiades tersebut. Pleiades juga merupakan salah satu gugus bintang yang terdekat dengan bumi. Jarak bintang Pleiades dari bumi sekitar 541 tahun cahaya. Bintang Pleiades yang paling terang dikenal dengan nama Alcyone (bisa lihat gambar dibawah). Kekuatan pancaran cahayanya yang tampak adalah 2.86, besar ukurannya adalah sembilan kali ukuran matahari, sedangkan suhu panas permukaannya lima kali suhu matahari. Bintang Pleiades terlihat sangat terang pada musim dingin . Bintang-bintang pada Pleiades berusia hampir sama (~ 100 juta tahun) karena terlahir pada satu awan gas antar bintang. Pleiades tergolong gugusan yang beranggotakan bintang yang sangat muda, bandingkan dengan umur Matahari kita yang sudah 4.6 Milyar tahun.

<-- nama bintang di gugusan pleiades

Gugus Pleiades didominasi oleh bintang-bintang biru panas yang terbentuk kurang dari 100 juta tahun yang lalu. Debu yang membentuk nebula pemantul di sekitar bintang-bintang terang awalnya dikira sebagai sisa-sisa pembentuknya (dari sini nama alternatif Nebula Maia diturunkan dari bintangMaia), namun sekarang diketahui bahwa nebula tersebut hanyalah awan debu medium antarbintangyang kebetulan sedang dilintasi oleh gugus. Astronom memperkirakan gugus akan bertahan hingga sekitar 250 juta tahun lagi, setelah itu gugus akan tercerai-berai karena interaksi gravitasi dengan obyek-obyek tetangganya (wikipedia)

Sedikit tentang mitologi dari gugusan Pleiades :

Pleiades adalah tujuh wanita bersaudara yang cantik, mereka adalah Maia, Electra, Alcyone, Taygete, Asterope, Celaeno dan Merope. Ayah mereka adalah Atlas, si pemanggul bumi, sedangkan ibu mereka adalah peri laut Pleione, pelindung para pelaut. Apabila kita tengok langit malam bulan Januari, Pleiades yang terletak di rasi Taurus, merupakan obyek langit yang menarik dan menakjubkan. Gugusan bintang ini merupakan subyek mitos dan legenda yang dapat ditemui pada hampir semua budaya yang ada di muka planet ini. Karena gugusan Pleiades dekat garis edar matahari (dalam jangkauan 4°) di rasi Taurus, ia merupakan obyek ‘musiman’ pada musim semi dan gugur bagi pengamat di bagian utara maupun di selatan khatulistiwa. Karena letaknya di ekliptik, gugusan bintang ini sering berokultasi dengan bulan dan planet-planet. Dan kejadian ini tidak diragukan lagi memesona nenek moyang dahulu.

Setelah pertemuan dengan Orion si pemburu, tujuh bersaudara Pleiades dan ibu mereka menjadi sasaran Orion yang mabuk kepayang oleh kecantikan mereka. Jatuh cinta pada wanita-wanita muda itu, dia mengejar mereka ke seluruh muka bumi. Karena kasihan melihat mereka dikejar-kejar, Zeus mengubah mereka menjadi sekawanan angsa, yang ia letakkan di surga. Hanya enam dari tujuh bintang yang dapat dilihat dengan mata telanjang. Mitos Yunani kuno menjelaskan menghilangnya bintang ke tujuh dalam berbagai versi. Menurut salah satu versi, semua Pleiades adalah abdi setia dewa, kecuali Merope. Dia mempermalukan saudara-saudaranya dengan perkawinan abadinya dengan Sysyphus, Raja dari Corinth. Versi lain mengenai ‘hilang’-nya bintang adalah mitos Electra, nenek moyang bangsawan Troya. Setelah Troya hancur, Electra yang bersedih meninggalkan saudara-saudara perempuannya dan berubah menjadi komet - yang untuk seterusnya dipercaya sebagai pemberi tanda akan adanya bencana.

Dalam versi lain, Pleiades adalah perawan-perawan yang mendampingi Artemis, dewi pemburu dan bulan dalam kepercayaan Yunani kuno. Diam-diam Orion si pemburu mengendap-endap dan memergoki tujuh bersaudara yang sedang bersenang-senang. Kaget oleh pemunculan Orion yang tiba-tiba, mereka lari berterbangan. Terpesona dengan kecantikan para gadis, Orion memburunya dengan semangat berapi-api pemburu sejati. Artemis sangat terganggu dan meminta bantuan Zeus, yang lalu menyelamatkan mereka menjadi sekawanan angsa yang terbang ke surga untuk menghidari sang pemburu, tapi yang juga memisahkan mereka dari dewi yang selama ini mereka temani. Artemis yang masih merasa terganggu meminta bantuan saudaranya Apollo, yang menciptakan kalajengking raksasa untuk menyerang Orion.

Legenda yang sama juga terdapat pada suku Indian Kiowa di Amerika Utara. Ke tujuh gadis tersebut dibawa ke langit oleh Roh Agung untuk menyelamatkan mereka dari kejaran beruang besar. Indian Mono Barat menganggap Pleiades sebagai kelompok para isteri yang sangat suka dengan bawang dan kemudian diusir oleh suami mereka yang marah. Menyesali perbuatannya, ia kemudian berusaha mencari isteri-isterinya, tapi tidak berhasil karena para isteri sudah berada di langit dan berubah menjadi Pleiades.