BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS »

Jumat, 14 Januari 2011

NASA Temukan Planet di Luar Tata Surya


NASA/Kepler MissionPlanet Kepler menurut rekaan artis


Ilmuwan dari Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat berhasil menemukan planet terkecil di luar tata surya. Nama planet yang diumumkan Senin (10/1/2011) tersebut adalah Kepler 10-b, dinamai sesuai dengan nama teleskop yang digunakan untuk menemukannya.

Penemuan planet ini adalah hasil pengumpulan data dari teleskop ruang angkasa sejak Mei 2009 hingga awal Januari 2010. Natalie Batalha, ilmuwan Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) yang menemukan planet tersebut, mengungkapkan bahwa Kepler merupakan planet berbatu, sama seperti Bumi. Ini membedakan dengan beberapa jenis planet lain yang terdiri atas massa gas.

Ukuran Kepler 10-b tergolong terkecil sebab hanya 1,4 kali ukuran Bumi. Sementara itu, massa planet ini sekitar 4,5 kali massa Bumi. Sejauh ini belum pernah ditemukan planet mirip Bumi di luar tata surya yang berukuran sekecil ini.

Meski mirip dengan Bumi karena terdiri atas batuan, suhu planet ini terlalu panas. Salah satu sisinya bersuhu 2.700 derajat Fahrenheit. Menurut pendapat ilmuwan, suhu panas ini disebabkan jarak Kepler 10-b dan bintangnya 20 kali lebih dekat dibandingkan jarak Merkurius-Matahari.

Karena suhu panasnya, Batalha berpendapat bahwa planet ini tak mampu mendukung kehidupan

Kumpulan Bintang Berupa Tanda Tanya



Dengan bentuknya yang unik, berkilauan, serta terdiri dari berbagai warna, kumpulan bintang ini bergerak spiral ke bagian bawahnya yang tampak bagaikan sebuah titik. Gambar yang menawan ini diambil lebih dari 100.000 tahun cahaya oleh teleskop ruang angkasa Hubble.

Teleskop ini menunjukkan sekelompok kumpulan bintang yang beriteraksi satu dengan lain. Gambar tersebut dikeluarkan untuk memperingati 19 tahun peluncuran Hubble.

Pancuran kosmik bintang, gas, serta debu tersebut disebut oleh Badan Antariksa AS (NASA) sistem Arp 194. Cahaya oranye pada bagian atas diyakini sebagai hamparan galaksi yang berada pada proses menyatu dalam satu himpunan kelompok bintang.

Pada bagian bawah kumpulan bintang, terdapat daerah dengan warna biru cerah yang merupakan arus klaster bintang 'super'. Klaster ini disebut NASA sebagai pancuran kumpulan bintang muda. Gambar berupa 'titik' di bagian paling bawah dari wujud kumpulan bintang yang menyerupai tanda tanya itu merupakan galaksi spiral tunggal.

Sejak diluncurkan pada 25 April 1990, Hubble telah melakukan lebih dari 880.000 observasi dan mendokumentasikan 570.000 gambar lebih dari 29.000 obyek ruang angkasa. Posisi Hubble di luar atmosfer bumi memungkinkannya mengabadikan gambar hampir tanpa ada gangguan pencahayaan.

Teleskop Hubble Ungkap Galaksi-galaksi Tua



Citra dari teleskop hubble yang diperbaharui NASA

Teleskop ruang angkasa Hubble telah menemukan beberapa galaksi tertua yang sejauh ini belum pernah diketahui. Galaksi-galaksi tersebut terdeteksi dengan kamera berbidang luas, Wide Field Camera 3, yang baru dipasang pada teleskop tersebut dalam misi perbaikan terakhir.

Menurut para ilmuwan, galaksi-galaksi tersebut terbentuk 600 juta tahun setelah Big Bang. Para ilmuwan percaya bahwa ledakan besar itulah yang menciptakan jagat raya. Jarak antargalaksi tersebut diperkirakan mencapai 13 miliar tahun cahaya (setiap tahun cahaya kira-kira 9,65 triliun km).

Citra ini diambil dari daerah ruang angkasa yang disebut Ultra Deep Field dan telah dipindai oleh Hubble pada 2004. Kamera baru dilengkapi dengan channel yang mendekati infra-merah sehingga teleskop yang mengorbit itu bisa melihat lebih jauh ke ruang angkasa dan merekam obyek lebih jauh.

"Kita sekarang dapat melihat lebih jauh ke masa lalu, mengidentifikasi galaksi ketika alam semesta hanya lima persen dari usianya saat ini," kata Daniel Stark, peneliti dari Institut Astronomi di Cambridge yang terlibat dalam riset tersebut.

Kamera baru tersebut dipasang pada Mei oleh astronot NASA sebagai bagian dari misi untuk meng-upgrade dan memperbaiki teleskop yang telah berusia 19 tahun itu. Dua tim dari Universitas Oxford dan Universitas Edinburgh akan melaporkan temuan tersebut dalam Monthly Notices terbitan the Royal Astronomical Society.

Teleskop Ruang Angkasa Hubble Tangkap "Katak Hijau" Antariksa


NASAKatak hijau di Antariksa yang tertangkap teleskop ruang angkasa Hubble

Teleskop Hubble berhasil menangkap citra gumpalan gas berwarna hijau di luar angkasa yang tampak seperti katak hijau sedang menari di wilayah berjarak ratusan juta tahun dari Bumi.

Astronom mengungkapkan, gumpalan gas itu dalam kondisi "hidup" yang berarti melahirkan bintang baru. Beberapa bintang yang dilahirkannya diketahui masih sangat muda, baru berumur beberapa juta tahun.

Ukuran gumpalan gas itu sama dengan ukuran galaksi Bimasakti. Jaraknya 650 juta tahun cahaya. Foto gumpalan gas tersebut dipublikasikan Senin (10/1/2011) di American Astronomical Society Meeting yang berlangsung di Seattle.

Bill Keel, astronom dari Universitas Alabama yang mengamati gumpalan gas ini, mengatakan, si katak hijau itu ditemukan di wilayah terpencil semesta tempat kelahiran bintang baru yang jarang ditemukan.

"Ini menjadikan bintang baru yang lahir menjadi bintang kesepian. Mereka berada di wilayah entah-berentah," kata Keel. Bintang baru lahir karena ada bagian yang kolaps dan menghasilkan tekanan sehingga memicu kelahiran bintang.

Gumpalan gas ini sebenarnya telah ditemukan tahun 2007 oleh seorang guru asal Belanda, Ariel van Arkel. Sesaat setelah penemuannya, gumpalan gas ini lalu diberi nama Hanny's Voorwerp. Voorwerp berarti obyek dalam bahasa Belanda.

Arkel menemukannya dalam proyek Galaxy Zoo, yaitu sebuah proyek yang memungkinkan orang awam mengamati bintang dan menemukan obyek baru. Saat ditemukan, gumpalan gas ini sebenarnya berwarna biru dan berukuran lebih kecil.

"Waktu itu sebenarnya gumpalan ini berwarna biru dan berukuran lebih kecil. Tapi, kini menjadi seperti katak hijau yang menari di luar angkasa karena berwarna hijau," kata Arkel saat diwawancara Associated Press.

Astronom mengungkapkan, sebagian besar gumpalan gas ini adalah hidrogen yang berasal dari dua galaksi yang berdekatan. Gumpalan gas bercahaya sebab diiluminasi oleh kuasar dari salah satu galaksi. Kuasar adalah obyek paling terang di semesta yang mendapatkan energi dari lubang hitam.

Rusia Buka Lagi Wisata ke Ruang Angkasa



Roket Soyuz TMS-14 yang mengangkut turis ruang angkasa AS Charles Simonyi diluncurkan dari Kosmodrom Baikonur, Kazakhstan

Rusia akan membuka kembali kesempatan wisata dengan pesawat Soyuz ke ruang angkasa pada 2013 setelah tidak membawa turis ke sana sejak 2009, demikian menurut perusahaan yang mengorganisasi perjalanan itu bersama dengan badan ruang angkasa Rusia.

Mulai tahun 2013, tiga wisatawan ruang angkasa per tahun akan dapat memesan kursi dalam penerbangan Soyuz ke Stasiun Ruang Angkasa Internasional (ISS), jelas perusahaan yang bermarkas di Virginia, Amerika Serikat, Space Adventures, dalam satu pernyataan. Perusahaan itu telah menandatangani perjanjian dengan badan ruang angkasa Rusia dan Energia, perusahaan milik negara yang merancang kapsul Soyuz, untuk menawarkan penerbangan komersial tersebut.

Pemimpin Energia, Vitaly Lopota, sebagaimana dikutip oleh perusahaan yang bermarkas di Virginia itu, mengatakan, "Kami sangat senang untuk meneruskan wisata ruang angkasa." Penerbangan akan menjadi mungkin pada tahun 2013 ketika Rusia merencanakan untuk menambah produksi kapsul Soyuz dari empat menjadi lima per tahun. Penambahan Soyuz itu akan meningkatkan jumlah penerbangan menjadi lima per tahun, kata perusahaan itu.

Wisatawan ruang angkasa terakhir adalah warga Kanada Guy Laliberte, miliarder pendiri Cirque du Soleil, yang kembali ke Bumi pada Oktober 2009 setelah penerbangan 11 hari. Wisatawan ruang angkasa pertama, Denis Tito, telah melakukan perjalanan ke ISS pada 2001. Semuanya, tujuh wisatawan ruang angkasa telah mengambil bagian dalam misi itu.

Laliberte tidak mengungkapkan ongkos tiketnya, tetapi pendahulunya, pionir perangkat lunak Amerika, Charles Simonyi, telah membayar sebesar 35 juta dollar AS untuk perjalanannya itu.

Sejak kepulangan Laliberte, Rusia telah membatasi penerbangan pesawat ruang angkasa Soyuz yang memiliki tiga tempat duduk hanya untuk profesional, ketika badan ruang angkasa AS, NASA, bersiap untuk memensiunkan pesawat ulang-aliknya sendiri dari tugas. NASA merencanakan untuk mengirim ulang-alik Endeavour ke ruang angkasa untuk terakhir kalinya yang dijadwalkan terbang pada April tahun ini. Setelah itu, pesawat Soyuz Rusia akan menjadi satu-satunya cara untuk mencapai ISS.

Senin, 10 Januari 2011

Kumpulan Foto Gerhana Terbaik di Dunia yang Menajubkan




http://i498.photobucket.com/albums/rr345/bubuakampiun/gerhana.jpg

http://achyar89.files.wordpress.com/2009/01/solar_eclipse.jpg

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi29rJTIqYVbpzauf_dyORTnF1RtgxVLAY0H3nyucuYBolnZN2gd0y_2RY5QtIsp377vzoif0Tns7aVh3thHBNLHa4-o-L_Vuch8yrq-GnqSvvxAJRNIQIKab8_K1Dazm5vpt-UuYVgO69f/s400/gerhana.jpg

http://images.iksanudin.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SJGTxwoKCoYAADOrB@01/gerhana.jpg?et=a1rz%2Cvpm8B3gAqNP%2Cyj4Pg&nmid=0

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgXRL6tFSHPIMTIVWg52wx1rl-eEHFctu8r0uoHKjOS9-KCHB3z4qp9BQJ2_uNfUwK7dxJ9hyd2fT8sdqbUXT7it4Atca1J86a5mUgvB1oRky4fAG6stAz0BJwdtpRT1NI3kNnPDUZtwKwh/s400/200603300449110_GerhanaPenuh.jpg

subhanallah

Indahnya Sunset Di Planet Mars



Mars adalah planet terdekat keempat dari Matahari. Namanya diambil dari nama Dewa perang Romawi. Namun planet ini juga dikenal sebagai planet merah karena penampakannya yang kemerah-merahan.

Lingkungan Mars lebih bersahabat bagi kehidupan dibandingkan keadaan Planet Venus. Namun begitu, keadaannya tidak cukup ideal untuk manusia. Suhu udara yang cukup rendah dan tekanan udara yang rendah, ditambah dengan komposisi udara yang sebagian besar karbondioksida, menyebabkan manusia harus menggunakan alat bantu pernapasan jika ingin tinggal di sana. Misi-misi ke planet merah ini, sampai penghujung abad ke-20, belum menemukan jejak kehidupan di sana, meskipun yang amat sederhana.

Planet ini memiliki 2 buah satelit, yaitu Phobos dan Deimos. Planet ini mengorbit selama 687 hari dalam mengelilingi matahari. Planet ini juga berotasi. Kala rotasinya 25,62 jam.

Dalam mitologi Yunani, Mars identik dengan dewa perang, yaitu Aries, putra dari Zeus dan Hera.

Di planet Mars, terdapat sebuah fitur unik di daerah Cydonia Mensae. Fitur ini merupakan sebuah perbukitan yang bila dilihat dari atas nampak sebagai sebuah wajah manusia. Banyak orang yang menganggapnya sebagai sebuah bukti dari peradaban yang telah lama musnah di Mars, walaupun di masa kini, telah terbukti bahwa fitur tersebut hanyalah sebuah kenampakan alam biasa.